Materi Halaqah 79: Kitab Al-‘Aqidah Al-Wasithiyyah – Halaqah 79
Pembagian Sifat Ma’iyyah
Dalam materi ini, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah membagi kebersamaan Allah menjadi dua:
| Jenis Ma'iyyah | Objek (Untuk Siapa) | Makna & Dampaknya | Sifat Allah |
| Umum ('Ammah) | Seluruh Makhluk (tanpa kecuali) | Ilmu, pengawasan, dan liputan Allah atas segala sesuatu. | Dzatiyyah (Melekat pada Dzat Allah yang Maha Tahu) |
| Khusus (Khassah) | Orang Bertakwa, Muhsin, Sabar, & Para Nabi | Pertolongan (Nashr), perlindungan, taufik, dan penjagaan. | Fi'liyyah (Berkaitan dengan kehendak Allah kepada siapa Dia mau menolong) |
2. Dalil Ma’iyyah Umum (Surat Al-Mujadilah: 7)
Ayat: "Tidak ada bisik-bisik 3 orang kecuali Allah yang ke-4, 5 orang kecuali Allah yang ke-6..."
Poin Penting: Allah menutup ayat ini dengan kalimat "Inna Allāha bikulli syai’in ‘alīm" (Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu). Ini adalah bukti kuat bahwa yang dimaksud "Allah bersama mereka" adalah Ilmu-Nya, bukan Dzat-Nya yang berada di mana-mana.
3. Dalil Ma’iyyah Khusus
Beberapa ayat yang menunjukkan bantuan dan taufik khusus dari Allah:
Kisah Hijrah: "La Tahzan, Innallaha Ma'ana" (Jangan bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita). Allah menolong Nabi Muhammad ﷺ dan Abu Bakar.
Nabi Musa & Harun: "Innanī ma’akumā asma’u wa arā" (Aku bersama kalian berdua, Aku mendengar dan melihat). Allah menjamin keselamatan mereka dari Fir'aun.
Orang Bertakwa & Muhsin: Allah bersama mereka yang menjalankan perintah dan merasa diawasi oleh-Nya.
Orang yang Sabar: "Innallaha ma'ash-shābirīn". Kesabaran mendatangkan pembelaan dan kemenangan dari Allah, bahkan bagi kelompok kecil yang melawan kelompok besar.
4. Faidah Penting
Perbedaan Sifat: Ma’iyyah Umum disebut sifat Dzatiyyah karena ilmu Allah selalu ada. Ma’iyyah Khusus disebut sifat Fi’liyyah karena Allah memberikan pertolongan-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki pada waktu tertentu.
Motivasi Amal: Agar mendapatkan "kebersamaan khusus" (ditolong dan dilindungi Allah), seorang muslim harus berusaha memiliki sifat Taqwa, Ihsan, dan Sabar.
Simulasi Soal Latihan (Evaluasi):
Apa perbedaan utama antara Ma'iyyah Umum dan Ma'iyyah Khusus?
Jawaban: Ma'iyyah Umum mencakup seluruh makhluk dan bermakna Ilmu/Pengawasan (sifat Dzatiyyah). Ma'iyyah Khusus hanya untuk orang beriman tertentu dan bermakna Pertolongan/Taufik (sifat Fi'liyyah).
Mengapa ayat tentang "bisik-bisik" dalam surat Al-Mujadilah disebut Ma'iyyah Umum?
Jawaban: Karena diakhiri dengan penegasan bahwa Allah Maha Mengetahui segala sesuatu ('Alīm), menunjukkan liputan ilmu-Nya kepada siapapun yang berbicara.
Sebutkan 3 golongan manusia yang mendapatkan Ma'iyyah Khusus berdasarkan ayat yang dipelajari!
Jawaban: Orang yang bertakwa (Muttaqin), orang yang berbuat baik (Muhsinin), dan orang yang sabar (Shabirin).
Ringkasan Dalil Ma’iyyah (Halaqah 79) 1. Ma’iyyah Umum (Kebersamaan Ilmu & Pengawasan) Sifat Dzatiyyah - Berlaku untuk semua makhluk - QS. Al-Mujadilah: 7: Allah adalah yang ke-4 dari 3 orang yang berbisik. Diakhiri dengan: “Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” - QS. Al-Hadid: 4: “Dia bersama kalian di mana saja kalian berada.” 2. Ma’iyyah Khusus (Kebersamaan Pertolongan & Taufik) Sifat Fi’liyyah - Hanya untuk hamba pilihan - Para Nabi: - Nabi Muhammad & Abu Bakar (QS. At-Taubah: 40): “Jangan bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita.” - Nabi Musa & Harun (QS. Thaha: 46): “Aku bersama kalian berdua, Aku mendengar dan melihat.” - Golongan Orang Beriman: - Orang Bertakwa & Muhsin (QS. An-Nahl: 128): Allah bersama mereka yang bertakwa dan berbuat ihsan. - Orang yang Sabar (QS. Al-Baqarah: 153 & Al-Anfal: 66): “Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar.” 3. Perbedaan Kunci - Umum: Menuntut rasa takut diawasi (Muraqabah). - Khusus: Memberikan ketenangan, kekuatan, dan kemenangan (Nashr).
Komentar
Posting Komentar